Fakta Musik 1 : Mozart

Wolfgang Amadeus Mozart (27 Januari 1756 – 5 Desember 1791) adalah seorang komposer berpengaruh pada era musik klasik. Beliau telah menghasilkan lebih dari 600 karya dan diakui sebagai salah satu komposer klasik terbaik sepanjang masa. Pengaruhnya sangat dirasakan pada seni musik Barat hingga saat ini.
 
Namun tahukah kamu?

Mozart diketahui memiliki selera humor skatologi, dimana ia senang terutama dengan humor mengenai hasil eksresi manusia (baca: feses). Bahkan Mozart sampai membuat beberapa karya menyangkut humornya itu, diantara lain adalah karya-karya berikut ini:
 
1. Leck mich im Arsch (K. 231)
Jika diartikan ke dalam bahasa Inggris, berarti lick me in the ass atau kiss my ass. Mozart menulis kanon untuk 6 suara ini pada tahun 1782 sebagai karya untuk pesta salah seorang temannya. Lirik dari lagu ini beserta artinya dalam bahasa Inggris:
 
Leck mich im Arcsh, g’schwindi, g’schwindi! Etc.
(Lick me in the ass, quickly, quickly! Etc.)

 
2. Bona Nox (K. 561)
Dalam karya kanon 4 suara di A mayor ini, Mozart menuliskan beberapa humor skatologinya dan ucapan selamat malam yang ia tuliskan dalam surat-surat untuk keluarganya dalam 5 bahasa berbeda (Latin, Italia, Perancis, Inggris, dan Jerman)
 
Bona nox!
bist a rechta Ochs;
bona notte,
liebe Lotte;
bonne nuit,
pfui, pfui;
good night, good night,
heut müßma noch weit;
gute Nacht, gute Nacht,
scheiß ins Bett daß’ kracht;
gute Nacht, schlaf fei g’sund
und reck’ den Arsch zum Mund
 
[Latin] Good night!
You are quite an ox;
[Italian] Good night,
My dear Lotte;
[French] Good night,
Phooey, phooey;
[English]Good night, good night,
[German] Shit in your bed and make it burst;
Good night, sleep tight,
And stick your ass to your mouth.

 

 
3. Difficile Lectu (K. 559)
Karya Mozart yang satu ini menyerupai tongue twister . Karya berbahasa Latin ini dibuat khusus untuk temannya, Johann Nepomuk Peyerl, seorang bariton yang memiliki aksen Bavaria yang sangat kental. Mozart tahu dengan aksennya itu, Peyerl akan membaca bahasa latin lectu mihi mars menjadi leck du mich im Arsch yang berarti  you lick me in the ass.
Selain itu terdapat pula kata jonicu, yang jika diulang berkali-kali akan terdengar seperti cujoni, sebuah kata vulgar dlm bahasa Italia yang berarti testis.
 
Berikut adalah liriknya:
Difficile lectu mihi mars et jonicu, jonicu
Difficle, lectu, lectu, lectu mihi mars
Mihi mars lectu lectu difficile lectu lectu
Jonicu jonicu, jonicu, jonicu, jonicu,
Jonicu, jonicu, jonicu, jonicu difficile

 


 
Beberapa sumber mengatakan bahwa Mozart memiliki Sindrom Tourette, namun hingga saat ini pernyataan tersebut belum dapat benar-benar dibuktikan. Sindrom Tourette merupakan suatu gangguan sistem saraf yang menyebabkan kondisi berupa gerakan berulang tak terkendali atau suara yang tidak diinginkan, misalnya mengedipkan mata berulang kali, mengangkat bahu, atau melontarkan kata-kata kasar. Sindrom ini dimulai sejak masa kanak-kanak.
 
 
 Referensi:
1. Mozart: An Appreciation. classicfm.com.
2. The 50 Greatest Composers of All Time. www.classical-music.com.
3. Cliff Eisen, Grove Dictionary of Music and Musicians online
4. RS Mitra Keluarga